Showing posts with label organic lifestyle. Show all posts
Showing posts with label organic lifestyle. Show all posts

Friday, April 19, 2013

Belanja Produk Kesehatan Indonesia Rp 589 Triliun

Industri kesehatan di Indonesia memiliki prospek luar biasa. Belanja masyarakat Indonesia di sektor kesehatan di prediksi mencapai USD 60,6 miliar (Rp 589 triliun) dalam lima tahun mendatang. Hal itu disampaikan oleh Associate Director Healthcare Practice Asia Pacific Frost & Sullivan Hannah Nawi. Menurut dia, Indonesia merupakan negara dengan potensi tertinggi se-Asia Tenggara soal belanja produk dan layanan kesehatan. Sebab pertumbuhan ekonomi Indonesia terus tumbuh seiring pesatnya perkembangan populasi.

Di pasar Asia Pasifik, Tiongkok paling berpotensi. Nilainya diperkirakan mencapai USD 1 triliun dengan pertumbuhan rata-rata 17,6 % per tahun. Indonesia berada di peringkat ketiga dengan pertumbuhan rata-rata 14,9 % artinya, pada 2018 konsumsi produk kesehatan bakal meningkat 2x lipat lebih, jelasnya pada acara seminar Frost & Sullivan di Jakarta (27/3/13)

Apa yang bisa kita tarik kesimpulan dari berita yang kami kutip dari Jawa Pos diatas adalah seiring dengan makin meningkatnya tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan demikian juga makin berkembangnya penyakit berbahaya di kalangan masyarakat. Hal ini dapat kita tebak dengan mudah dikarenakan gaya hidup dan pola makan penduduk dunia yang semakin tidak terkontrol ditambah lagi makin sedikit makan yang layak konsumsi beredar di mayarakat. Maksudnya makanan kita pada umumnya sekarang justru makin tercemari oleh zat kimia berbahaya karena diproduksi secara tidak higienis dan penuh rekayasa demi mengejar keuntungan sesaat dan demi menghindari kerugian yang menurut mereka fatal.

Tapi sadarkah kita bahwa akibat dari produsen makanan yang tidak bertanggung jawab mengakibatkan timbulnya penyakit degeneratif dan wabah yang sangat berbahaya di masyarakat kita. sebut saja jantung koroner yang merupakan pembunuh no. 1 di dunia sekarang, demikian juga kanker merupakan penyakit yang makin umum kita jumpai di tengah-tengah masyarakat kita.

Kita butuh makanan yang dapat menyeimbangkan rutinitas makan kita sehari-hari, ataupun bahkan mengganti seluruh makanan kita setiap harinya. Dan untuk soal makanan tidak ada yang lebih sehat, higienis, terjamin keamanannya, terjamin kehebatan nutrisi dan gizinya selai makanan organik. Dan formula paling lengkap dan paling tepat untuk mengganti makanan kita sehari-hari adalah Greenfield Organic Melilea. Anda bisa cek di seantero dunia tidak ada makanan yang bisa berfungsi sekaligus sebagai makanan utama, juga sebagai obat penyembuhan penyakit dan sebagai vitamin penjaga stamina kita serta menjamin kecantikan kulit, wajah, badan kita melebihi keandalan produk makanan organik Melilea ini.


Wednesday, January 2, 2013

Pengaruh Hormon Sapi Pada Manusia

Keberanian Seorang Laki-laki Memperjelas Kerugian Akibat Mengonsumsi Daging
Oleh Grup Berita Florida  (Asal dalam bahasa Inggris)

Pada tanggal 3 Juli 2006, John Verrall, ahli farmakologi pemerintah Inggris membuat sebuah pengumuman mengejutkan di surat kabar Daily Mail (Inggris). Ia mengatakan bahwa pemerintah Inggris dengan sengaja menutupi bukti ilmiah tentang risiko kesehatan serius dari mengonsumsi daging sapi yang disuntik dengan hormon seks.  Cerita surat kabar Daily Mail itu dengan cepat menyebar ke surat-surat kabar lain di seluruh penjuru dunia.
Verrall adalah seorang ilmuwan terpandang dengan 49 tahun pengalaman kerja. Ia menduduki jabatan di Komite Produk Hewani yang mengawasi hormon yang dipergunakan dalam industri daging. Dia terpaksa mengumumkan skandal tersebut setelah Komite tersebut terus mengabaikan peringatannya yang berulang kali.

Kenyataan Mengerikan tentang Hormon Seks dalam Daging

Mengapa para peternak menyuntikkan hormon seks ke dalam tubuh sapi? Hormon seks mempercepat pertumbuhan otot-otot sapi. Beberapa dari hormon ini berbahan dasar testosteron dan telah dilarang untuk digunakan oleh para atlet untuk membentuk gumpalan otot. Hormon yang lainnya berbahan dasar estrogen hormon ini menghentikan siklus reproduksi sapi dan juga menyebabkan mereka lebih cepat membentuk otot-otot. Akibat dari penyuntikan hormon ini sangatlah dramatis:  Sapi yang disuntik menghasilkan tiga pon daging setiap hari, 20% lebih cepat daripada binatang yang diberi makan secara alami.

Jelaslah, hormon seks adalah zat kimia yang sangat kuat. Itulah sebabnya hormon seks telah dilarang untuk dipergunakan oleh para atlet. Hormon tersebut tidak hanya merusak tubuh sapi yang disuntik (yang kemudian segera dibunuh), tetapi bahkan residu yang sangat kecil dari hormon tersebut dalam daging dapat menyebabkan bahaya jangka panjang yang serius terhadap manusia dan binatang-binatang lain.

Jejak mikroskopis dari hormon ini telah ditemukan di seluruh ekosistem, tersebar oleh angin dan air. Sebagai contoh, 12% dari hormon yang disuntikkan mengalir langsung dari sapi-sapi ke rabuk mereka, yang mengontaminasikan sungai-sungai dan kali-kali kecil.  Para ahli biologi telah mengaitkan sejumlah cacat pada ikan dan reptil dengan hormon dari rabuk sapi.  Pada umumnya, cacat ini mirip dengan cacat yang terjadi pada manusia pengguna steroid—sebagai contoh, penis dan testis pria mengerut dan wanita menjadi maskulin.

Bagi manusia yang mengonsumsi daging yang mengandung residu hormon, mereka yang mendapatkan risiko tinggi adalah anak-anak dan wanita hamil. Keseimbangan hormon seks dalam tubuh yang berada dalam masa pertumbuhan sangat sensitif dan terdapat banyak efek samping yang mungkin terjadi, di antaranya adalah kanker payudara, prostat, dan testis; dan alat kelamin yang mengerut pada bayi laki-laki.
 

Di AS, di mana 90% dari sapi ternak disuntik dengan hormon, angka kanker payudara 45% lebih tinggi dan kanker prostat lebih dua kali lipat daripada di Eropa. Angka kanker payudara yang lebih tinggi ini terkait dengan masa puber lebih dini para gadis di Amerika mendapatkan menstruasi pertama hampir dua tahun lebih cepat daripada satu abad yang lalu, sebelum meluasnya penggunaan hormon ini. Menurut Carlos Sonnenschein, dari Universitas Sekolah Kedokteran Tufts di Boston, AS, penyebab paling memungkinkan dari angka kanker yang lebih tinggi ini adalah hormon yang terserap dalam daging.

Tuesday, December 25, 2012

Nasofaring Cancer




Makanan yang dibakar sangat disukai banyak orang. Sebut saja sate, ikan bakar, ayam bakar, ayam panggang dan banyak lagi panganan jenis bakar  ini. Namun dibalik enaknya makanan tersebut, tersembunyi kemungkinan yang sangat berbahaya. Makanan yang dibakar menimbulkan senyawa karsinogenik yang memicu kanker.

Menurut Prof Dr dr Widodo Ario K Sp THT-KL (K) tercatat sekitar 400 orang tiap tahun terkena tumor ganas area telinga, hidung, tenggorokan, kepala, leher. Dari jumlah tersebut mayoritas merupakan penderita kanker nasofaring, yakni saluran yang terletak di belakang hidung dan di atas rongga mulut.

Salah satu pemicu berkembangnya kanker nasofaring adalah pengelolaan makanan pada suhu tinggi. Sejumlah kuman mungkin mati akibat proses makanan pada suhu tinggi namun justru menghidupkan senyawa karsinogenik pemicu kanker nasofaring. Pemicu lainnya adalah proses pengawetan makanan dengan cara diasinkan.  Proses pengasinan menyebabkan tingginya zat nitrosamine dan radikal bebas. Kanker nasofaring rentan menyerang kelompok orang berusia di atas 40 tahun, perokok, penyuka alkohol, penderita kekurangan vitamin kronis, dan kondisi sanitasi/higienis mulut yang buruk.

Gejala kanker nasofaring antara lain dengingan terus menerus pada telinga, pilek berkepanjangan yang disertai darah, serta suara parau berkepanjangan. Selain itu sering mimisan dan nyeri saat menelan makanan. Widodo menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir mengkonsumsi makanan yang dibakar dan diasinkan asal jangan terlalu berlebihan. Hal itu juga harus dibarengi dengan pola hidup sehat seperti banyak mengkonsumsi air putih, banyak makan buah-buahan dan sayuran mentah/tanpa diolah dan sebaik-baiknya adalah yang organik.