Showing posts with label sayuran organik. Show all posts
Showing posts with label sayuran organik. Show all posts

Thursday, May 2, 2013

Breast Cancer



Bagi wanita, salah satu penyakit yang sangat dihindari sejak jauh-jauh hari adalah kanker payudara. Salah satu cara adalah dengan melakukan deteksi dini terhadap indikasi-indikasi penyakit ini. Indikasi tersebut bisa berupa benjolan di area payudara, timbulnya rasa nyeri di area payudara, timbulnya benjolan lain pada bagian tubuh lain di sekitar dada, seperti ketiak, perubahan warna payudara, dan puting payudara yang masuk ke dalam.

Dalam banyak kasus, kanker payudara bisa dideteksi dari keluarnya cairan yang berwarna kekuning-kuningan, kehijau-hijauan, dan bernanah pada puting susu. Nah jika anda mengalami indikasi-indikasi seperti diatas, segera periksakan ke dokter, dan untuk memastikan penyakit kanker tersebut. Namun untuk penanganannya sebenarnya ada sangat banyak cara selain dengan tindakan medis seperti operasi, kemoterapi, radioterapi dll. Penyakit kanker payudara ini tidak bisa dibiarkan lama, karena dapat berakibat fatal yaitu kematian. Perlu penanganan secepat mungkin.

Bagi yang sehat dan belum terkena penyakit ini, pencegahan amat sangat penting dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan menjalankan pola makan sehat. Menurut prediksi, satu dari tiga penderita kanker payudara disebabkan oleh pola makannya yang tidak sehat. Apakah sulit menjalankan pola makan yang sehat? Pada dasarnya tidak. Hanya dibutuhkan kesabaran dan rutin.

Dalam Menerapkan gaya hidup sehat anda sangat disarankan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat, karena serat bisa menurunkan kadar estrogen dan prolaktin. Dan serat terbaik dan tertinggi kandungan vitaminnya adalah dari sayuran organik. Upaya lain yang bisa dilakukan adalah banyak memakan sayuran yang mengandung vitamin A. Di antaranya sayuran hijau dan wortel. Ini berfungsi untuk mencegah mutasi sel penyebab kanker. Selain itu, disarankan untuk banyak mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C dan zat antioksidan seperti jeruk, wortel, cranberries, dan rose hip.


Tuesday, December 25, 2012

Nasofaring Cancer




Makanan yang dibakar sangat disukai banyak orang. Sebut saja sate, ikan bakar, ayam bakar, ayam panggang dan banyak lagi panganan jenis bakar  ini. Namun dibalik enaknya makanan tersebut, tersembunyi kemungkinan yang sangat berbahaya. Makanan yang dibakar menimbulkan senyawa karsinogenik yang memicu kanker.

Menurut Prof Dr dr Widodo Ario K Sp THT-KL (K) tercatat sekitar 400 orang tiap tahun terkena tumor ganas area telinga, hidung, tenggorokan, kepala, leher. Dari jumlah tersebut mayoritas merupakan penderita kanker nasofaring, yakni saluran yang terletak di belakang hidung dan di atas rongga mulut.

Salah satu pemicu berkembangnya kanker nasofaring adalah pengelolaan makanan pada suhu tinggi. Sejumlah kuman mungkin mati akibat proses makanan pada suhu tinggi namun justru menghidupkan senyawa karsinogenik pemicu kanker nasofaring. Pemicu lainnya adalah proses pengawetan makanan dengan cara diasinkan.  Proses pengasinan menyebabkan tingginya zat nitrosamine dan radikal bebas. Kanker nasofaring rentan menyerang kelompok orang berusia di atas 40 tahun, perokok, penyuka alkohol, penderita kekurangan vitamin kronis, dan kondisi sanitasi/higienis mulut yang buruk.

Gejala kanker nasofaring antara lain dengingan terus menerus pada telinga, pilek berkepanjangan yang disertai darah, serta suara parau berkepanjangan. Selain itu sering mimisan dan nyeri saat menelan makanan. Widodo menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir mengkonsumsi makanan yang dibakar dan diasinkan asal jangan terlalu berlebihan. Hal itu juga harus dibarengi dengan pola hidup sehat seperti banyak mengkonsumsi air putih, banyak makan buah-buahan dan sayuran mentah/tanpa diolah dan sebaik-baiknya adalah yang organik.